Penyerahan bantuan dilakukan secara serentak pada awal Desember, dipimpin langsung oleh Presiden Direktur dan CEO Lintasarta Bayu Hanantasena memimpin kegiatan di Medan, sementara Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar di Aceh. Kedua pimpinan memastikan bahwa pemulihan digital dan sosial berjalan beriringan, dengan pengawasan langsung dari manajemen pusat.
Komitmen untuk Ketahanan Digital Nasional
Lintasarta menegaskan bahwa Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka Panjang Perusahaan dalam menjaga ketahanan digital nasional, terutama di saat krisis.
“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap warga negara tetap terhubung, apapun kondisinya. Teknologi harus hadir bukan hanya untuk efisiensi bisnis, tetapi juga untuk kemanusaiaan,” pungkas Bayu
Lintasarta akan terus memantau situasi lapangan dan menyesuaikan dukungan teknis maupun kemanusiaan social sesuai kebutuhan wilayah, seiring dengan upaya pemerintah dan otoritas setempat dalam fase pemulihan pascabencana.
Teknologi untuk Indonesia yang Tangguh dan Berdaya
Inisiatif ini menjadi refleksi dari peran strategis Lintasarta sebagai penopang infrastruktur digital nasional, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Melalui gerakan Lintasarta Peduli Negeri, perusahaan mempertegas dedikasinya untuk memberdayakan Indonesia dengan
teknologi yang berkelanjutan, berdaya guna, dan membawa dampak sosial nyata bagig masyarakat di saat krisis.
Sebagai bagian dari modernisasi infrastruktur dan penguatan solusi 4C (Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration), Lintasarta kini mengoperasikan jaringan berkapasitas total 50 Tbps yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia. Dengan fondasi konektivitas berkapasitas besar, latensi rendah, dan keandalan tinggi, Lintasarta memastikan akses digital tetap terjaga dalam kondisi apa pun — termasuk ketika masyarakat menghadapi bencana dan kondisi darurat.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
Tampilkan Semua

