Berlangsung Meriah! La French Tech AI Summit 2025 Dorong Akselerasi Ekosistem AI di Indonesia

La French Tech Indonesia
La French Tech Indonesia

JAKARTA, CILACAP.INFO – Pada hari Kamis, 20 November 2025, La French Tech Indonesia sukses menyelenggarakan AI Summit 2025 di IFI Thamrin Jakarta. Acara ini merupakan sebuah konferensi dan ajang networking satu hari penuh yang menghadirkan inovator teknologi, pemimpin industri, hingga pemangku kebijakan untuk mengeksplorasi masa depan AI di Indonesia. Dengan mengusung tema “AI Frontiers: From Agentic to AGI”, Summit ini dihadiri kurang lebih 200 partisipan dan menjadi ruang kolaborasi strategis untuk memperkuat pemahaman dan pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Summit dibuka dengan kata sambutan dari Reza Pir Nazar dan Anne Caron (Co-President La French Tech Indonesia), Fabien Penone (Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN), Lugas Prancafitri & Eddi Danusaputro (BNI Ventures), serta Jerome Remeur (Co-Founder & CEO Hyppies & Vizir Technologies). Acara ini juga turut menghadirkan Clarissa Tanoesoedibjo (Wakil Ketua Umum Bidang Digital dan Komunikasi KADIN) sebagai tamu kehormatan.

Panel Diskusi

AI Agents: The Rise of Autonomous Tools

Panel pertama menghadirkan Stéphane Becquart (Jagofon) sebagai moderator, bersama para pembicara yang terdiri dari Sai Prasad Kolluri (Google Indonesia), Ekki Rinaldi (Vektor), dan Nathanael Faibis (Alodokter). Diskusi menyoroti pesatnya pertumbuhan AI agents yang diproyeksikan mencapai USD 52 miliar pada 2030, serta perannya sebagai “rekan kerja digital otonom” yang mengeksekusi tugas end-to-end untuk meningkatkan produktivitas.

Di Indonesia, adopsi AI tumbuh lebih dari 120% berkat populasi muda, ekosistem digital yang pesat, dan minimnya legacy system. Dalam kesehatan, AI berfungsi sebagai asisten medis belakang layar yang membantu analisis tanpa menggantikan peran dokter dalam mengambil keputusan akhir. Panel juga menekankan pentingnya data akurat, fokus pada proses repetitif, serta tata kelola dan Responsible AI demi keamanan dan kepatuhan regulasi.

AGI & ASI Preparing for The Leap Artificial General

Intelligence ‘Kecerdasan Buatan Umum’ (AGI) dan Artificial Super Intelligence ‘Kecerdasan Buatan Super’ (ASI) dibahas secara mendalam dalam Panel 2, dengan David Prifer (Gamotions) sebagai moderator bersama para pembicara: Alva Erwin (Nashta Group), Ray Frederick (Alpha JWC Ventures), dan Vanya Valindria (Monash University Indonesia). Panel ini membahas perkembangan menuju AGI dan ASI, bahwa terlepas dari perbedaan prediksi waktu pencapaiannya, panel sepakat bahwa terobosan arsitektur AI diperlukan untuk mencapai kecerdasan umum yang sesungguhnya. AGI dipandang berpotensi besar bagi kesehatan, keuangan, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi membawa risiko seperti kesenjangan digital, deepfake, dan dampak sosial—yang menuntut regulasi dan tata kelola yang kuat.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version