TANGERANG,CILACAP.INFO – BINUS Online kembali menunjukkan perannya sebagai pusat kolaborasi akademik internasional melalui penyelenggaraan International Conference on Technology, Innovation, and Management (ICTIM) 2025 yang berlangsung pada 22-23 November 2025. Mengusung format hybrid dari kampus BINUS @Alam Sutera, acara ini mengangkat tema Integrating Innovation and Technology for Sustainable Business and Societal Impact, acara ini berhasil mempertemukan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa pascasarjana, praktisi industri, hingga pengambil kebijakan. Selama dua hari penuh, ICTIM 2025 menjadi ruang diskusi strategis bagi mereka yang ingin memahami perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta praktik manajemen modern yang tengah membentuk arah masa depan berbagai sektor.
Salah satu bagian yang paling dinantikan dari ICTIM 2025 adalah sesi keynote yang menghadirkan tiga pembicara terkemuka dengan latar belakang dan keahlian yang beragam. Prof. Peter John Wanner dari Tohoku University, Jepang, membuka rangkaian keynote dengan pemaparan mengenai faktor resiliensi dan perkembangan pariwisata di Higashi-Matsushima sebelum dan sesudah bencana tsunami 2011. Dengan pengalaman riset jangka panjang di kawasan tersebut, Prof. Wanner memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana masyarakat dan industri pariwisata membangun kembali kekuatan ekonomi dan sosial mereka melalui kolaborasi, inovasi, dan manajemen risiko yang adaptif. Perspektifnya memberi inspirasi mengenai pentingnya ketahanan daerah dalam menghadapi disrupsi berskala besar.
Keynote kedua disampaikan oleh Profesor Ts. Dr. Koo Ah-Choo dari Multimedia University, Malaysia, yang mengangkat topik mengenai pengembangan talenta digital di era transformasi kecerdasan buatan. Dalam paparannya, Prof. Koo menekankan bagaimana perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah harus bergandengan tangan dalam membangun ekosistem talenta yang siap menghadapi percepatan teknologi. Ia menyoroti urgensi literasi AI, pentingnya penelitian multidisiplin, serta peluang bagi negara-negara di Asia untuk menjadi pusat inovasi digital global melalui pemanfaatan sumber daya manusia yang unggul. Presentasinya mendapatkan banyak perhatian karena relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini yang semakin didorong oleh otomasi dan teknologi data.
Tampilkan Semua
