Sejak 2022 Baru Terjadi Lagi Whale Bitcoin Jual 115.000 BTC

Sejak 2022 Baru Terjadi Lagi – Whale Bitcoin Jual 115 000 BTC

JAKARTA, CILACAP.INFO – Dalam beberapa minggu terakhir, pasar kripto kembali dihebohkan oleh pergerakan masif dari para “whale” Bitcoin, sebutan bagi pemegang aset digital dalam jumlah sangat besar.

Data terbaru mengungkapkan bahwa dalam 30 hari terakhir, kelompok whale yang memiliki antara 1.000 hingga 10.000 BTC melepaskan kepemilikan mereka hingga mencapai 114.920 BTC, dengan nilai fantastis sekitar US$ 12,7 miliar. Aksi ini tercatat sebagai penjualan terbesar sejak Juli 2022, sehingga memicu tanda tanya besar: apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik layar pasar Bitcoin?

Menurut laporan CryptoQuant, aksi jual besar-besaran ini menunjukkan tingkat kehati-hatian ekstrem dari investor kelas berat. Saat whale melepas Bitcoin dalam jumlah besar, pasar kripto biasanya merasakan tekanan yang signifikan. Benar saja, distribusi masif ini langsung menyeret harga Bitcoin ke bawah, bahkan sempat turun di bawah US$ 108.000.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor ritel. Bagi mereka yang baru masuk ke pasar, melihat angka penjualan miliaran dolar bisa terasa menakutkan. Namun, bagi investor berpengalaman, langkah besar seperti ini sering kali dipandang sebagai sinyal strategis yang justru membuka peluang baru.

Meski sempat mengguncang, kabar positifnya adalah tekanan jual mulai menurun. Per 6 September, saldo mingguan yang keluar dari dompet whale turun menjadi sekitar 38.000 BTC. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan hampir 115.000 BTC yang dilepas pada periode sebelumnya.

Selain itu, ada faktor penyeimbang yang membuat pasar Bitcoin tidak jatuh terlalu dalam: permintaan institusional. Akumulasi dari perusahaan besar dan masuknya aliran dana melalui produk Exchange-Traded Funds (ETF) memberi “penyangga” struktural bagi harga Bitcoin. Dengan kata lain, meskipun whale melepaskan kepemilikan mereka, ada pihak lain yang siap menyerap tekanan jual tersebut.

Di tengah aksi jual tersebut, permintaan institusional menjadi faktor penyeimbang penting. Aliran dana dari perusahaan besar dan produk Exchange-Traded Funds (ETF) membantu menjaga stabilitas pasar. Dengan adanya pihak yang siap menyerap pasokan besar ini, harga Bitcoin tidak jatuh lebih dalam.

Menurut tim riset Nanovest, meski tekanan jangka pendek masih terasa, tren akumulasi institusional justru menunjukkan bahwa fundamental permintaan jangka panjang tetap kokoh. Bagi investor, kondisi ini menjadi pengingat bahwa pasar kripto tak hanya dikendalikan oleh aksi jual whale, tapi juga oleh kekuatan akumulasi korporat.

Banyak investor ritel mungkin panik melihat angka penjualan ratusan ribu BTC. Namun, sejarah menunjukkan bahwa siklus kripto sering kali bergerak dalam gelombang. Setelah fase distribusi besar, pasar biasanya memasuki fase stabilisasi, sebelum berlanjut ke potensi reli baru.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version