DPO yang disediakan oleh penyedia layanan BPO bertugas untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perlindungan data, menyusun SOP internal terkait pengelolaan data, melakukan audit keamanan informasi, memberikan pelatihan kepada karyawan, serta menjadi penghubung antara perusahaan dan otoritas regulasi.
3. Marketing Outreach dan Aktivasi Lapangan
Beberapa organisasi membutuhkan dukungan yang benar-benar hadir di lapangan. Salah satu contohnya adalah program edukasi publik oleh organisasi nirlaba dunia, yang melibatkan tim marketing langsung di pusat keramaian seperti trotoar dan mal.
Dengan dukungan BPO, lembaga ini bisa merekrut, melatih, dan mengelola tenaga outreach dalam skala besar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, tanpa harus membentuk unit baru secara internal. Ini adalah contoh konkret bagaimana BPO bisa menjangkau wilayah operasional non-digital secara efisien.
4. Backend & Administrative Support
Tak semua pekerjaan penting terlihat oleh pelanggan, namun, pada kenyataannya, divisi tersebut merupakan salah satu bagian penting dalam operasional perusahaan. Misalnya, pengelolaan data internal, laporan merchandising, atau koordinasi logistik. Perusahaan global di bidang fashion misalnya, telah mempercayakan backend support mereka kepada mitra BPO seperti transcosmos Indonesia (TCID) untuk menangani administrasi merchandising development (MD) di Indonesia, memastikan setiap kampanye dan peluncuran produk secara online berjalan mulus.
5. Rekrutmen
Proses pencarian dan perekrutan tenaga kerja kini dapat di outsource ke penyedia layanan BPO untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan. Dalam era bisnis yang dinamis, kebutuhan akan talenta yang tepat dalam waktu singkat menjadi tantangan tersendiri bagi banyak perusahaan.
Melalui layanan BPO, perusahaan dapat mempercayakan seluruh proses pencarian karyawan baru, mulai dari penyusunan kriteria kandidat, pencarian kandidat terbaik, proses screening dan interview, hingga rekomendasi kandidat final kepada perusahaan.
Keuntungan dari outsourcing recruitment ini antara lain adalah akses ke database kandidat yang lebih luas, metode pencarian yang lebih strategis, proses rekrutmen yang lebih cepat, serta efisiensi biaya dibandingkan membangun divisi rekrutmen internal.
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat lebih fokus pada evaluasi akhir dan onboarding karyawan baru, sementara proses awal yang memakan waktu dapat dilakukan secara efektif oleh mitra BPO.
Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri customer experience, TCID kini mengelola ribuan tenaga kerja profesional di berbagai sektor dan terus mengembangkan layanannya sesuai kebutuhan zaman. Seluruh layanan dirancang dengan pendekatan yang aman, fleksibel, dan scalable.
Tampilkan Semua

