“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk terus memperkenalkan aset digital dan kripto ke berbagai daerah di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Desember 2024, kami telah menjangkau lebih dari 207.354 orang di 30 kota. Kami ingin terus menjangkau lebih banyak masyarakat dan memastikan mereka mendapatkan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung dari industri ini,” ujar Calvin.
Calvin menambahkan bahwa perusahaan kini semakin meningkatkan komunikasi dengan pelanggan dan mitra untuk bersama-sama membangun ekosistem yang lebih solid dan berkelanjutan.
Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk memperluas akses layanan dan menciptakan lebih banyak peluang bagi pelanggan. Dengan menghadirkan solusi yang terintegrasi di berbagai sektor, perusahaan berharap dapat meningkatkan kenyamanan serta kemudahan dalam bertransaksi, sekaligus mempercepat adopsi teknologi di masyarakat.
“Kami juga mulai berkolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan, dimulai dengan perbankan, dan ke depan akan lebih banyak kerja sama dengan industri lainnya, seperti e-commerce, F&B, serta sektor fintech dan layanan digital lainnya,” tutupnya.
Tentang Tokocrypto
Tokocrypto adalah pedagang aset kripto No.1 di Indonesia yang sebelumnya terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan kini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan lebih dari 4 juta pengguna, memegang posisi kuat di pasar Indonesia dengan lebih dari 380 token/koin yang diperdagangkan, serta mendapatkan dukungan dari Binance, platform global exchange No.1 di dunia.

