Tren Adopsi AI Melonjak di 2025: Lintasarta Pacu Digitalisasi Industri didukung Infrastruktur AI Berdaulat

Tren Adopsi AI 2025 PT Aplikanusa Lintasarta
Tren Adopsi AI 2025, PT Aplikanusa Lintasarta

GPU Merdeka merupakan Sovereign AI Cloud pertama yang infrastruktur fisiknya benar-benar berada di Indonesia, dikelola oleh perusahaan di Tanah Air, dan dioperasikan oleh tenaga TI profesional berbakat anak bangsa. Layanan ini melengkapi solusi 4C Lintasarta yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration sebagai pondasi utama adopsi AI di industri nasional.

Lintasarta juga telah menghadirkan gerakan AI Merdeka, sebuah gerakan inisiatif untuk mempercepat pengembangan talenta lokal siap AI dan mengakselerasi pertumbuhan ekosistem AI yang kuat serta berkelanjutan di Indonesia.

Keberhasilan Layanan Selama Libur Panjang: Bukti Komitmen Lintasarta Dukung Kedaulatan Digital

Sebagai wujud komitmen dalam mendukung kedaulatan digital, Lintasarta kembali membuktikan keandalan layanannya dalam memenuhi kebutuhan digital di sektor sektor strategis selama momen libur panjang Isra Mi’raj dan Imlek 2025 serta Natal & Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 lalu. Berbagai inovasi dan teknologi canggih yang diimplementasikan memungkinkan kelancaran operasional sektor industri jasa keuangan (bank dan non-bank), penyedia layanan TI, manufaktur, ritel, hingga pemerintahan di tengah lonjakan trafik digital.

Selama periode libur panjang Isra Mi’raj (27/1) dan Imlek (29/1) 2025 ini, Lintasarta berhasil menjaga stabilitas jaringan conectivity, cloud, dan cybersecurity yang menjadi fondasi utama dalam mendukung operasional layanan keuangan, sistem transaksi digital, serta pengelolaan rantai pasok manufaktur dan ritel.

Kinerja layanan selama libur panjang tersebut mencatat hasil positif dengan penurunan jumlah tiket penanganan gangguan sebesar lebih dari 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, Mean Time to Repair (MTTR) Nett atau waktu penanganan gangguan turun lebih dari 20%, menandakan percepatan waktu penyelesaian gangguan yang dialami pelanggan.

“Penurunan jumlah tiket gangguan selama libur panjang menunjukkan efektifitas langkah pencegahan yang kami lakukan. Hal ini juga terlihat dari indikator MTTR Nett yang lebih rendah dibandingkan tahun 2024,” ujar Fitrah.

Selain itu, selama periode Nataru 2024/2025 lalu, Lintasarta juga telah menunjukkan keandalannya dalam menjaga stabilitas layanan. Data mencatat penurunan jumlah tiket gangguan sebesar lebih dari 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencerminkan keberhasilan Lintasarta dalam mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan kelancaran operasional layanan sektor-sektor strategis bagi masyarakat.

Lintasarta juga mencatat peningkatan performa layanan dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Waktu rata-rata perbaikan gangguan berkurang secara signifikan dimana MTTR Nett turun lebih dari 13%. Hal ini berkontribusi pada pencapaian target MTTR meningkat menjadi 98,52%, mencerminkan efektifitas dalam menyelesaikan gangguan lebih cepat. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Lintasarta mampu mempercepat perbaikan gangguan dan memastikan pelanggan bisnis tetap dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait