Setelah pensiun dari posisi Dirjen pada usia 60 tahun, Agus tidak berhenti berkontribusi bagi dunia penerbangan. Ia masih aktif sebagai Komisaris Utama di beberapa BUMN, termasuk PT Garuda Indonesia, Airnav Indonesia, Angkasa Pura II, dan Angkasa Pura I Airport. Saat ini, ia berperan sebagai Dewan Komisaris di InJourney Aviation Services, sebuah lembaga baru yang bertindak sebagai holding aviation services untuk kegiatan penerbangan di Indonesia.
Selain itu, Agus juga aktif menulis dan berbagi pemikirannya mengenai dunia penerbangan. Salah satu tulisannya yang menarik adalah artikel opini di majalah GATRA berjudul “Membaca Arah Presiden tentang Pembatasan Jumlah Bandara Internasional di Indonesia,” yang diterbitkan pada 11 Agustus 2021. Melalui tulisan-tulisannya, Agus terus menyumbangkan wawasan dan pemikirannya untuk mendorong kemajuan industri penerbangan nasional.
Agus juga menaruh perhatian besar pada keselamatan penerbangan. Dalam majalah GATRA yang terbit pada 22 Agustus 2018 berjudul “Keselamatan Penerbangan Kawal Konektivitas,” Agus menjelaskan strategi tepat dalam menghadapi tantangan keselamatan penerbangan, termasuk langkah-langkah perbaikan regulasi dan peraturan perundang-undangan.
Di balik kesibukannya, Agus memiliki kegemaran membantu istrinya memasak, sebuah hobi yang telah mereka nikmati sejak masa studi di Eropa. Ia menikmati bereksperimen dengan berbagai resep masakan, mulai dari kuliner Italia dan Prancis hingga makanan khas Indonesia seperti bakso Wonogiri. Hobi ini tidak hanya memberinya kesenangan pribadi tetapi juga menjadi cara bagi Agus untuk mengekspresikan kreativitas di luar dunia penerbangan.
Dengan segudang prestasi dan dedikasi, Agus Santoso telah mengukir namanya dalam sejarah dunia penerbangan Indonesia. Warisannya sebagai seorang pemimpin visioner dan pelopor keselamatan penerbangan akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Tampilkan Semua

