“Penghargaan tersebut tak lepas dari tingginya minat nasabah terhadap produk-produk BRI-MI. Hal ini tercermin dari pertumbuhan nasabah ritel BRI-MI sebesar 11% selama tahun 2024. Hal tersebut tentunya memotivasi kami untuk terus menjalankan komitmen kami untuk #WujudkanMasaDepan sebagai Manajer Investasinya Rakyat Indonesia,” tambah Tina.
Sesi Market Update dari Chief Investment Officer
Chief Investment Officer BRI-MI, Herman Tjahjadi, turut hadir dengan menyampaikan pemaparan Market Update kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
Ia menyampaikan bahwa tingkat pengangguran di Amerika Serikat saat ini telah menyentuh 4.1%. Indikator inflasi di Amerika Serikat (AS) seperti Consumer Price Index (CPI) dan Personal Consumption Expenditure (PCE) juga telah menunjukkan tren penurunan. Jadi, bank sentral AS diperkirakan akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga pada bulan September dan Desember 2024,” ujar Herman.
Dari perkembangan domestik, pertumbuhan pinjaman kredit bank masih sehat sebesar 11.5% YoY di bulan Juni 2024. “Indonesia memiliki outlook ekonomi yang stabil. Global investor pun cenderung memilih India dan Indonesia untuk jangka panjang karena kedua negeri ini memiliki populasi generasi muda yang besar. Jika kabinet baru berhasil menerapkan kebijakan pro-pertumbuhan, maka aset kelas saham akan outperform dibandingkan obligasi,” tambah Herman.
Tidak hanya itu, investor global juga sudah melakukan pembelian kembali (net buying) ke pasar obligasi dan saham pada bulan Juli 2024. Hal ini menandakan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia cukup kuat.
Tampilkan Semua
