Biodiversity Warriors KEHATI: Jaga Hayati dengan Kolaborasi dan Inovasi

Sejumlah mahasiswa dan perwakilan komunitas lingkungan sedang menghadiri peringatan ulang tahun ke-10 Biodiversity Warriors KEHATI di Kantor Yayasan KEHATI Jakarta (Sumber : KEHATI Foundation)
Sejumlah mahasiswa dan perwakilan komunitas lingkungan sedang menghadiri peringatan ulang tahun ke-10 Biodiversity Warriors KEHATI di Kantor Yayasan KEHATI Jakarta (Sumber : KEHATI Foundation)

Sampai saat ini, anggota BW sudah mencapai lebih dari 6000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan 12 jaringan yang berada di 10 universitas.

Bedah Buku Narasi Ekologi: Kiamat Serangga dan Masa Depan Bumi

Pada perayaan ulang tahun Biodiversity Warriors KEHATI yang ke-10, Yayasan KEHATI mengadakan acara bedah buku Narasi Ekologi: Kiamat Serangga dan Masa Depan Bumi yang ditulis oleh anggota Biodiversity Warriors Arifin Muhammad Ade.

Selain penulis, turut hadir sebagai penanggap, yaitu Peneliti Bidang Zoologi dan Serangga BRIN Prof Rosichon Ubaidillah, serta Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto.

Melalui buku ini, penulis ingin menyampaikan kepada pembaca pentingnya peran serangga untuk menopang keberlangsungan hidup di bumi, dan dampaknya yang mengerikan jika serangga punah. “sebagian besar masyarakat mungkin tidak mengetahui peran penting serangga, dan bagaimana mereka sangat bergantung pada keberadaan serangga, terutama para petani. Artinya, kiamat serangga dapat memicu peperangan antara umat manusia jika keberadaannya punah dan tidak mampu membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian yang ada,” ujar Arifin.

Selain menyampaikan pesan tentang keadaan kritis populasi serangga dan konsekuensi potensial yang luas bagi Planet Bumi, penulis menyoroti pentingnya tindakan segera untuk mengatasi tantangan lingkungan, sehingga dapat memperlambat terjadinya kiamat premature.

“Kiamat Serangga adalah tanda bahaya bahwa jika manusia tidak segera mengambil tindakan untuk melindungi dan melestarikan serangga, masa depan Bumi bisa sangat terganggu, dengan dampak negatif bagi keanekaragaman hayati, pertanian, dan kehidupan manusia secara umum,” tambah Arifin.

Sebagai paragraf penutup, pilihan judul “Narasi Ekologi: Kiamat Serangga dan Masa Depan Bumi” memberikan perspektif lebih jauh, bahwa semua pihak harus mengurai peran-peran strategis dan begitu vital seluruh komponen penduduk Bumi secara filosofi, ekologi, biologi, virologi, atau geologi yang selama ini mungkin terlalu berjarak dengan realitas alam hari ini. Karena itu, “Kiamat Serangga” mengisyaratkan bahwa bumi harus segera diselamatkan.

Tentang KEHATI Foundation

Dibentuk pada 12 Januari 1994, Yayasan KEHATI bertujuan untuk menghimpun dan mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait