JAKARTA, CILACAP.INFO – Cara membuat website toko online sendiri lebih banyak soal kesiapan daripada teknis, yaitu foto dan berat produk, domain, pembayaran, dan kurir. Rilis ini menyusunnya menjadi jadwal 4 sampai 11 November bagi UMKM yang ingin punya toko di luar marketplace menjelang 11.11 dan Harbolnas 10 sampai 16 Desember 2026, dengan toko online BisnisOn (mulai Rp99 ribu per bulan, coba gratis 30 hari) sebagai contoh.
Bagi penjual yang ingin tahu cara membuat website toko online sendiri, tenggatnya sudah dekat. 11.11, kampanye belanja yang lebih dulu dikenal lewat marketplace, tinggal seminggu lagi, dan Harbolnas 2026 menyusul pada 10 sampai 16 Desember. Penjual yang ingin punya toko di luar marketplace perlu tahu apa yang harus siap, bukan hanya cara memasang situsnya.
Pemerintah menargetkan nilai transaksi Harbolnas tahun ini Rp40 triliun, naik dari Rp36,4 triliun pada 2025, seperti disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat peluncuran Road to Harbolnas pada 27 Agustus 2026. Kementerian Perdagangan juga membuka pendaftaran Harbolnas bagi brand dan UMKM. Menurut UKM Indonesia, pendaftarannya ditutup pada minggu kedua November, jadi waktunya tinggal beberapa hari. Toko yang baru dibuka belum punya pengunjung sendiri. Karena itu 11.11 paling masuk akal dipakai untuk menguji toko dengan pembeli sungguhan, sedangkan Harbolnas menjadi sasaran yang lebih besar.
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Dimulai dari Produk, Bukan Template
Panduan UKM Indonesia edisi Mei 2025 menyebut bahan yang harus ada di tiap halaman produk, yaitu foto yang jelas dan terang dari beberapa sudut, deskripsi berisi bahan dan ukuran, harga, varian, serta stok. Bahan itu sering memakan waktu lebih lama daripada memilih tampilan. Mulailah dari produk yang paling sering laku, bukan dari seluruh katalog.
Ada dua angka yang baru terasa penting saat pesanan pertama masuk, yaitu berat dan ukuran kemasan tiap produk. Keduanya menentukan ongkir, dan akan dibahas di bagian kurir.
Nama Domain Dipilih Sekali, Jadi Pilih yang Bisa Dipakai Bertahun-tahun
Hostinger, dalam panduan edisi 18 September 2026, menyarankan nama domain yang singkat, unik, dan mudah diingat, serta tanpa angka dan tanda hubung. Shopify mengingatkan bahwa mengubah nama domain setelah situs aktif bisa berdampak buruk pada SEO. Soal platform, Hostinger membandingkan pembuat situs yang cepat dipasang tanpa koding dengan WordPress yang memberi kontrol lebih besar tetapi menuntut lebih banyak penyesuaian teknis.
