Sementara itu, Ethereum menunjukkan harga di kisaran US$2.300. ETH melemah 2,51 persen dalam sehari terakhir dan 5,91 persen sepekan terakhir. Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, Ethereum turut menjadi perhatian investor ketika pasar mengevaluasi kembali prospek aset berisiko setelah keputusan bank sentral.
“Dalam situasi seperti ini, investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu pengumuman atau pergerakan harga harian. Memahami konteks pasar, menentukan batas risiko, dan menyesuaikan strategi dengan kondisi masing-masing menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan secara lebih terukur,” kata Ryan.
Selain Bitcoin dan Ethereum, pergerakan altcoin juga mengalami penurunan, contohnya, Hyperliquid (HYPE). Berdasarkan data Coinmarketcap menunjukkan harga HYPE berada di sekitar US$78,45. HYPE melemah 3,92 dalam 24 jam terakhir dan 1,41 persen dalam sepekan terakhir,
Karena itu, investor perlu menghindari asumsi bahwa seluruh aset kripto akan bergerak dengan arah dan tingkat volatilitas yang seragam. Evaluasi terhadap karakteristik dan risiko masing-masing aset tetap diperlukan sebelum mengambil keputusan investasi atau perdagangan.
Peluang Futures di Tengah Perubahan Kondisi Pasar
Dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, Bittime menyediakan Bittime Futures sebagai bagian dari ekosistem perdagangan aset digital. Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long atau short berdasarkan analisis pasar mereka.
Dengan mengusung positioning sebagai Indonesia’s Gateway to Global Assets, Bittime menyediakan ekosistem aset digital terintegrasi yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk merespons perubahan kondisi pasar.
Bittime Futures menawarkan leverage hingga 25 kali serta pilihan Cross Margin dan Isolated Margin. Fitur tersebut memungkinkan trader menyesuaikan pendekatan perdagangan berdasarkan strategi dan toleransi risiko masing-masing. Namun, penggunaan leverage juga meningkatkan risiko karena perubahan harga yang relatif kecil dapat berdampak lebih besar terhadap modal yang digunakan.
Pada perdagangan dengan leverage, pergerakan harga yang berlawanan dengan posisi dapat menyebabkan kerugian signifikan dan likuidasi posisi apabila persyaratan margin tidak lagi terpenuhi. Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, risiko tersebut dapat meningkat, sehingga penggunaan leverage memerlukan pemahaman yang memadai mengenai mekanisme perdagangan dan pengelolaan risiko.
Ryan menambahkan bahwa ketersediaan pilihan perdagangan perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap konsekuensi setiap keputusan.
“Fitur perdagangan seperti posisi long dan short serta pilihan margin dapat membantu trader menyesuaikan strategi dengan pandangan mereka terhadap pasar. Namun, leverage bukan jaminan keuntungan. Trader perlu memahami potensi kerugian, menetapkan batas risiko, dan menggunakan fitur yang tersedia secara bijak sesuai kemampuan finansial serta toleransi risiko masing-masing,” tutup Ryan.
Tampilkan Semua