JAKARTA, CILACAP.INFO – Bagi seorang desainer muda, memperluas wawasan tidak hanya soal mengasah teknik visual di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana memahami budaya baru, menghadapi tantangan global, dan berani keluar dari zona nyaman. Inilah yang dirasakan oleh Joanna Renardi, mahasiswi program studi Visual Communication Design – New Media BINUS University, yang memilih untuk mengambil jalur Study Abroad sebagai bagian dari enrichment program di BINUS University.
Keinginan Joanna untuk mencoba kuliah di luar negeri sebenarnya sudah tumbuh sejak ia pertama kali mendaftar di BINUS University. Mengetahui bahwa universitas menyediakan track Study Abroad untuk enrichment program, ia langsung memasukkannya ke dalam daftar rencana masa depannya.
Menjelang semester penentuan, Joanna membulatkan tekad untuk mendaftar. Menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri adalah sebuah privilege yang tidak didapat semua orang, dan akan sangat disayangkan jika dilewatkan. Terlebih di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pengalaman internasional ini diyakininya mampu membuat portofolionya lebih stand out.
Sebagai seorang anak desain, belajar di lingkungan dan kultur yang berbeda juga menjadi cara ampuh untuk memperluas perspektif, sekaligus memperluas jaringan koneksi global, baik untuk relasi pertemanan maupun peluang karier masa depan.
Untuk destinasi studinya, Joanna memilih LASALLE College of the Arts di Singapura dan mengambil program Design Communication (Tahun ke-2, Semester Genap). Ia punya alasan kuat mengapa memilih institusi seni terkemuka di Asia ini. Pengalaman belajar selama satu semester di LASALLE memberikan warna yang cukup berbeda dibandingkan dinamika belajar desain di Indonesia. Selain itu, Singapura dipandangnya sebagai salah satu pusat industri kreatif dengan prospek kerja yang sangat menjanjikan. Melalui kesempatan ini, Joanna ingin memperlihatkan kemampuan yang telah ia asah selama kuliah di BINUS University, sekaligus membuka pintu peluang yang lebih luas.
Menjalani Study Abroad tentu bukan tanpa tantangan. Terlebih lagi, ini adalah pengalaman pertama kalinya bagi Joanna tinggal sendiri jauh dari orang tua. Banyak momen “pertama kali” yang sempat membuatnya bingung, namun justru di sinilah ia bertransformasi menjadi pribadi yang jauh lebih mandiri dan solutif.
Dari sisi akademik, Joanna juga harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran di LASALLE. Sebagai institusi seni murni, proyek-proyek yang diberikan terasa jauh lebih mendalam. Sempat terlintas rasa insecure di awal, “Bisa nggak ya aku keep up dengan yang lain?” mengingat Joanna lebih memfokuskan diri pada functional designing ketimbang seni murni semata. Namun, tantangan tersebut justru berhasil ia taklukkan dengan baik.
Tampilkan Semua