“Pariwisata berbasis geopark bukan sekadar upaya konservasi lingkungan, melainkan instrumen pemerataan ekonomi daerah. Aliran wisatawan mendorong perputaran ekonomi langsung ke pengelola desa wisata, perhotelan, penyedia jasa transportasi lokal, hingga pelaku kuliner seperti perajin Lanthing dan penjual Sate Ambal,” ungkap perwakilan Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam evaluasi pembangunan berkelanjutan.
Geliat Okupansi dan Tren Tingkat Hunian
Pergeseran pola dari sekadar “melewati” menjadi “menetap dan menjelajah” tercermin nyata pada indikator Tingkat Penghunian Kamar (TPK) perhotelan di Kebumen. Berdasarkan Survei VHTS BPS Kebumen, performa hotel berbintang menunjukkan penguatan yang konsisten, mencapai puncaknya di angka 65,58% pada Desember 2025.
Tingginya TPK hotel berbintang mencerminkan kesadaran wisatawan untuk memilih fasilitas tinggal yang nyaman sebagai basis istirahat setelah seharian mengeksplorasi medan karst dan pesisir selatan. Rata-rata lama menginap yang berada di kisaran 1,13 malam menandakan adanya potensi besar untuk terus mendorong durasi tinggal wisatawan melalui paket-paket wisata terintegrasi.
Menata Ritme Perjalanan yang Realistis
Mengingat jarak dari kawasan pusat kota menuju kawasan pesisir Menganti atau gua karst Ayah berkisar antara 40 hingga 50 kilometer (1–1,5 jam perjalanan), para pemerhati wisata menyarankan segmentasi agenda yang berimbang:
1. Eksplorasi Kota & Kuliner: Hari pertama dapat dimanfaatkan untuk mencicipi Nasi Penggel di pagi hari, menikmati kuliner Sate Ambal dengan bumbu tempe khasnya, atau bersantai di ruang-ruang terbuka kota.
2. Eksplorasi Geopark & Pesisir: Menjadikan hari kedua secara penuh untuk menyusuri bentang alam selatan (Pantai Menganti, Bukit Hud, atau susur Goa Jatijajar) tanpa risiko terburu-buru mengejar jadwal kepulangan kereta.
Integrasi transportasi rel yang presisi, pengakuan dunia terhadap Geopark Kebumen, dan ekosistem akomodasi yang tertata di pusat kota menegaskan bahwa Kebumen kini telah bertransformasi menjadi salah satu alternatif wisata alam dan edukasi paling menjanjikan di Pulau Jawa.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua
