JAKARTA, CILACAP.INFO – Sanct Social, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga, menayangkan Episode 7 dari seri film pendeknya di YouTube pada Jumat (17/10). Film berjudul “Every moment, a star.” itu berlatar 17 Oktober dan untuk pertama kalinya memperlihatkan Parallel Universe, ruang di dalam aplikasi tempat setiap momen yang dibagikan menjadi bintang, serta rekap mingguan dari Sancty.
Sanct Social adalah aplikasi sosial untuk sahabat dekat dan keluarga, gratis di App Store Indonesia, Malaysia, dan Singapura serta sembilan negara lain; seri film pendek ini menceritakan satu keluarga lewat aplikasi sebagaimana adanya hari ini. Episode 6 dibuka di ruang kedatangan bandara dengan sebuah kunjungan. Episode 7 dibuka di ruang keberangkatan dengan hal yang dikenal setiap keluarga yang punya anggota di luar negeri: dua minggu sudah habis, dan rumah kembali ke tiga piring.
Satu momen sunyi
Malam itu Clarissa, sang adik, membagikan satu momen dari kamarnya: foto kursi keempat yang kosong, dengan dua kata, “Quiet again.”, dan nama kakaknya ditandai di dalamnya. Ia tidak menulis apa yang ia rasakan. Di Sanct Social, momen itu membawa Memoji, Sancty kecil berpiksel dengan satu kata di bawahnya, dan malam ini kata itu “Isolated”.
Film tidak menjelaskannya. Di Singapura, ponsel Keisha hanya memperlihatkan satu catatan kecil di Activity: Memoji adiknya berubah murung, mungkin perlu ditanya. Pesannya sederhana: orang yang menyayangi kita tidak seharusnya menebak-nebak.
Langit yang penuh momen
Keisha berbaring di kasurnya dengan ponsel di atas wajah. Sancty, teman kecil di dalam aplikasi, membawakan rekap mingguannya: tiga momen miliknya sendiri dari dua minggu itu, di sebuah tablet kecil. Lalu ia membuka Parallel Universe, tempat setiap momen yang dibagikan seseorang menjadi bintang di langitnya sendiri, dan terbang ke langit adiknya.
Di sana dua minggu itu tersusun sebagai bintang. Parallel Universe ini bagian dari aplikasi Sanct Social yang bisa diunduh di App Store hari ini, bukan efek film. Ia menyentuhnya satu per satu, dan setiap bintang terbuka: empat piring di ulang tahun Papa, bel pintu, lima wajah dalam satu panggilan video. Kamera bergerak dari wajahnya ke langit-langit, seolah langit-langit itu langit.
Tiga catatan tempel dan satu hati
Keisha duduk dan menulis thoughts board untuk adiknya, tiga catatan tempel, dengan tempo yang bisa dibaca: “Papa’s cake. Still thinking about it.” “Five faces. Thank you for the fifth.” Dan yang terakhir, berwarna hijau: “Same time next month? Sanctum, 6 pm.”
Tampilkan Semua
