“Kami berharap komoditas andalan seperti kelapa sawit, teh, maupun kopi bisa terhubung dengan buyer internasional yang terverifikasi secara lebih efisien,” ujarnya.
PTPN IV merupakan entitas yang bertahan (surviving entity) setelah penggabungan sejumlah anak usaha di lingkungan PTPN Group.
Lima layanan InaExport
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mengatakan, transformasi InaExport mencakup lima layanan utama. Layanan tersebut meliputi asesmen kesiapan ekspor melalui fitur Cek Ekspor, sandbox dan chatbot simulasi biaya melalui kalkulator ekspor, serta layanan inquiry untuk mempertemukan permintaan pembeli dengan eksportir.
Selain itu, platform tersebut menyediakan dashboard intelijen pasar serta integrasi dengan sejumlah layanan pendukung, seperti logistik dan pembiayaan.
Fajarini mengatakan penggunaan InaExport menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Hingga September 2026, jumlah pengakses platform tersebut disebut mencapai 866.000, meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun anggota yang telah terverifikasi mencapai sekitar 15.000.
“Penandatanganan hari ini dengan 19 mitra bertujuan agar data informasi, program pembinaan, serta fasilitas promosi dari berbagai institusi dapat terhubung dalam satu pintu,” kata Fajarini.
Kemendag menargetkan InaExport dapat beroperasi secara penuh atau go live pada 5 Oktober 2026.
Pengembangan platform tersebut diharapkan dapat membantu eksportir mengatasi sejumlah persoalan dalam pengembangan pasar luar negeri, seperti keterbatasan informasi pasar, pemenuhan regulasi, serta akses terhadap calon pembeli internasional.
Bagi perusahaan perkebunan seperti PTPN IV PalmCo, integrasi layanan perdagangan dan promosi dalam satu ekosistem digital menjadi salah satu saluran yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring pasar bagi komoditas perkebunan Indonesia.
Tampilkan Semua

