JAKARTA, CILACAP.INFO – Sisa potongan besi yang tidak dikelola dapat menyebabkan pemborosan dan kebocoran anggaran proyek. Perencanaan pola potong serta koordinasi dengan pemasok sejak awal dapat membantu mengurangi sisa material dan biaya.
Di sudut hampir setiap proyek ada tumpukan potongan besi pendek. Panjangnya bervariasi, dari setengah meter sampai dua meter. Tumpukan itu dianggap wajar dan jarang dihitung ulang. Padahal isinya uang yang sudah dibayarkan penuh kepada distributor besi beton.
Pekerjaan pembesian lazim menyerap seperlima hingga seperempat biaya material gedung. Porsi sebesar itu membuat pemborosan kecil terasa nyata di akhir proyek. Sayangnya kebocoran ini tidak pernah muncul sebagai pos tersendiri. Ia larut dalam selisih antara volume rencana dan realisasi.
Persoalan bertambah karena sisa potongan besi konstruksi dianggap barang rongsok. Padahal biayanya sudah dibayar penuh sejak material dibeli. Nilai jual kembalinya jauh di bawah harga pembelian. Selisih itulah yang hilang tanpa pernah tercatat.
Kabar baiknya, pemborosan semacam ini termasuk yang paling mudah dikendalikan. Kuncinya terletak pada perencanaan pola potong sebelum material datang. Koordinasi dengan pemasok tulangan maupun distributor besi siku sidoarjo sejak tahap pengadaan sangat membantu.
Panjang Batang Standar Jarang Cocok dengan Kebutuhan Lapangan
Besi beton di pasaran umumnya dijual dalam panjang 12 meter. Profil seperti besi siku dan kanal biasanya tersedia 6 meter. Angka itu mengikuti standar pabrik, bukan kebutuhan gambar kerja. Perbedaan inilah yang melahirkan sisa potongan.
Aritmetika Sederhana yang Sering Terlewat
Bayangkan kolom membutuhkan tulangan sepanjang 4,5 meter. Satu batang 12 meter hanya menghasilkan dua potong. Sisanya 3 meter, atau seperempat dari batang utuh. Bila pola ini berulang ribuan kali, angkanya menjadi serius.
Sebaliknya, kebutuhan 3,8 meter menghasilkan tiga potong dari satu batang. Sisanya tinggal 60 sentimeter. Perbedaan hasil itu tidak ditentukan harga, melainkan perencanaan.
Riset Menunjukkan Angka Pemborosan Bisa Ditekan Jauh
Penelitian yang terbit di Teras Jurnal edisi Maret 2026 menguji persoalan ini. Objeknya proyek rumah susun sembilan lantai di Semarang. Dengan bantuan perangkat lunak optimasi pemotongan, sisa material ditekan di bawah satu persen untuk seluruh diameter. Padahal studi terdahulu mencatat rata-rata pemborosan sekitar 2,99 persen.
Selisih tersebut setara penghematan sekitar Rp 8,8 juta pada satu proyek. Nilainya tampak kecil dibanding total anggaran. Namun penghematan itu diperoleh tanpa menurunkan mutu sedikit pun.
Dari Memotong di Lokasi ke Merencanakan Pola Potong
Banyak proyek masih memotong besi konstruksi secara spontan di lapangan. Tukang mengambil batang terdekat lalu memotong sesuai kebutuhan saat itu. Cara ini cepat, tetapi membuang sisa yang sebenarnya masih terpakai. Daftar potong yang disusun lebih dulu mencegah hal tersebut.
Peran Distributor Besi Beton dalam Menekan Sisa Potongan
Pemasok sebetulnya punya andil yang jarang dimanfaatkan. Sebagian menyediakan panjang di luar ukuran standar atau layanan potong. Diskusi sejak awal membuka pilihan yang tidak terlihat di daftar harga. Distributor besi beton yang terbiasa melayani proyek umumnya memahami kebutuhan ini.
Tampilkan Semua