Dolar dan Yield Jadi Beban, Emas Berpotensi Turun ke US$4.064

Emas Berpotensi Turun ke US$4 064
Emas Berpotensi Turun ke US$4 064

Dupoin Futures juga menilai pelaku pasar perlu memperhatikan hubungan antara suku bunga, yield obligasi, dan harga emas. Kenaikan yield biasanya meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Sebaliknya, penurunan yield dapat meningkatkan daya tarik emas.

Data tenaga kerja AS yang sebelumnya lebih lemah dari perkiraan memang telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober. Namun, pasar masih memperhitungkan kemungkinan perubahan kebijakan pada pertemuan berikutnya. Karena itu, menurut analisis Dupoin Futures, reaksi pasar terhadap risalah FOMC dapat menjadi katalis penting bagi volatilitas XAU/USD.

Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik masih berpotensi memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, dalam jangka pendek, Geraldo Kofit menilai faktor dolar dan Treasury yield tetap menjadi perhatian utama.

Dengan mempertimbangkan analisis teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan selama belum mampu menembus resistance US$4.185–US$4.219. Apabila tekanan bearish berlanjut, zona US$4.110–US$4.064 menjadi area support yang berpotensi diuji.

Pelaku pasar dapat mencermati respons XAU/USD terhadap pergerakan dolar AS, Treasury yield, serta isi risalah FOMC. Menurut analisis Geraldo Kofit dan Dupoin Futures, kemampuan emas bertahan di atas support sekaligus menembus resistance akan menjadi penentu penting arah harga berikutnya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait