JAKARTA, CILACAP.INFO – Harga emas masih menghadapi tekanan menjelang perdagangan pekan depan setelah XAUUSD mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren bearish pada timeframe H4 masih cukup signifikan. Dupoin Futures melihat peluang pelemahan masih terbuka apabila harga gagal membentuk pemulihan yang kuat dan kembali mendapatkan rejection di area Fibonacci 61,8%.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa area Fibonacci 61,8% di level 4.236 dapat menjadi zona penting untuk mengamati potensi pergerakan harga emas pekan depan. Dalam analisis Dupoin Futures, level tersebut sekaligus merupakan area Golden Ratio yang berpotensi menjadi resistance dalam skenario koreksi. Apabila harga emas naik menuju 4.236 kemudian kembali mengalami rejection, Dupoin Futures melihat peluang XAUUSD melanjutkan tren bearish menuju support terdekat di 4.110.
Dengan struktur tersebut, Dupoin Futures menilai area 4.236 menjadi level yang perlu dicermati apabila terjadi rebound pada awal pekan. Rejection di area tersebut dapat menjadi konfirmasi tambahan bagi kelanjutan tekanan jual. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus dan mempertahankan pergerakan di atas 4.236, skenario bearish yang disampaikan Dupoin Futures perlu dievaluasi kembali karena momentum pemulihan dapat menjadi lebih kuat.
Dari sisi fundamental, pasar emas pekan depan akan sangat dipengaruhi oleh data tenaga kerja Amerika Serikat, terutama Nonfarm Payrolls atau NFP. Data ketenagakerjaan menjadi penting karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve dan pergerakan dolar AS serta Treasury yield.
Menurut Dupoin Futures, NFP yang menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja berpotensi memberikan ruang bagi emas untuk mengalami recovery. Apabila pertumbuhan lapangan kerja berada di bawah ekspektasi dan disertai kenaikan unemployment rate atau perlambatan pertumbuhan upah, tekanan terhadap dolar AS dan yield Treasury berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat menjadi katalis positif bagi XAUUSD.
Namun, Dupoin Futures juga mencermati bahwa kondisi pasar saat ini masih menjadi tantangan bagi emas. Reuters melaporkan harga emas turun sekitar 0,6% menjadi US$4.154,78 per troy ounce pada Jumat dan berada di jalur penurunan lebih dari 3% sepanjang pekan. Penguatan dolar AS dan kenaikan Treasury yield menjadi faktor utama yang menekan emas menjelang data payrolls.
Yield Treasury 10 tahun bahkan sempat mencapai 5,344%, level tertinggi sejak 2002, sebelum turun kembali ke sekitar 5,25%. Pada saat yang sama, indeks dolar AS berada di sekitar 102 dan mencapai level tertinggi dalam 17 bulan. Bagi Dupoin Futures, kombinasi yield tinggi dan dolar yang kuat menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena keduanya dapat membatasi ruang penguatan emas.
Tampilkan Semua
