Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi seminar “Identitas Peranakan Tionghoa di Indonesia” bersama Toni Dian Efendi, yang membahas identitas serta seni lukis tradisional Tionghoa. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk melihat perjalanan budaya Peranakan Tionghoa sekaligus memahami berbagai bentuk ekspresi seni yang berkembang di dalamnya. Dilanjutkan dengan Workshop Chinese Painting bersama Chen Xin dan Tim Hakka. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat seni lukis tradisional Tionghoa sekaligus mempraktikkannya secara langsung. Peserta juga diajak mengenal Chinese Calligraphy melalui workshop bersama Chen Xin dan Tim Hakka, sehingga dapat berinteraksi langsung dengan salah satu bentuk seni yang memiliki nilai sejarah dan budaya dalam masyarakat Tionghoa. Sementara itu, sesi terakhir menghadirkan Bambang AW dan Sri Pandanari dalam Bedah Buku Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang. Diskusi ini membahas sastra Tiongkok dan relevansinya dalam konteks Indonesia, sekaligus mengangkat perjalanan sejarah serta keberadaan etnis Tionghoa dalam perkembangan masyarakat Malang.
Tidak hanya menghadirkan seminar dan workshop, Local Culture and Interfaith Expo juga menyediakan area pameran yang dapat dikunjungi sepanjang kegiatan. Pengunjung dapat menemukan book corner, book sale, Mahjong Game Corner, Chinese Chess, Koa Forecast, Chinese Peranakan Food & Beverage, painting exhibition, photo exhibition, hingga koleksi classic costume and daily life stuff. Berbagai area tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal budaya melalui beragam bentuk pengalaman, mulai dari literatur dan karya seni hingga permainan, makanan, pakaian, serta benda-benda keseharian.
Melalui Local Culture and Interfaith Expo, BINUS @Malang menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik, budaya, kreativitas, dan interaksi sosial. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang mendorong mahasiswa untuk melihat keberagaman secara lebih kontekstual dan memahami bagaimana budaya terus berkembang di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar mengenalkan satu bentuk budaya, kegiatan ini menjadi ruang untuk membuka percakapan dan mempertemukan berbagai perspektif. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat semakin memahami nilai keberagaman serta melihat bagaimana pengetahuan, kreativitas, dan interaksi dapat diterjemahkan menjadi kontribusi yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.
Local Culture and Interfaith Expo terbuka untuk umum dan menjadi salah satu bentuk komitmen BINUS @Malang sebagai Kampus Digital Technopreneur dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan masyarakat. Melalui ruang-ruang seperti ini, proses belajar tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya pengalaman, dialog, dan kontribusi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
