JAKARTA, CILACAP.INFO – Mobilitas masyarakat perkotaan membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi, mudah diakses, dan saling terhubung. Dalam konteks tersebut, stasiun kereta api tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun pengguna jasa KA, tetapi juga menjadi simpul mobilitas yang menghubungkan perjalanan masyarakat dengan berbagai moda transportasi serta aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya.
Di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung, terdapat tujuh stasiun yang menjadi simpul penting perjalanan Kereta Api Jarak Jauh, yaitu Stasiun Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Garut, Purwakarta, dan Cimahi. Ketujuh stasiun tersebut melayani mobilitas masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan bisnis, pendidikan, wisata, hingga aktivitas sosial dan ekonomi antarkota di Jawa Barat maupun menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, pertumbuhan mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api perlu diikuti dengan penguatan konektivitas antara stasiun dan kawasan di sekitarnya. “Stasiun merupakan salah satu simpul penting dalam ekosistem transportasi perkotaan. Ketika akses menuju stasiun semakin terintegrasi dengan angkutan umum, kendaraan pribadi, layanan pengumpan, fasilitas umum di perkotaan, maupun aktivitas di kawasan, maka perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien,” ujar Kuswardojo.
Berdasarkan data KAI Daop 2 Bandung, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tujuh stasiun tersebut telah melayani 2.714.899 pengguna jasa KA yang berangkat menggunakan Kereta Api Jarak Jauh. Jumlah tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 2.458.383 pengguna jasa KA atau meningkat sekitar 10,43 persen.
Stasiun Bandung menjadi stasiun dengan jumlah pengguna jasa KA berangkat terbanyak pada periode Januari s.d. Agustus 2026, yaitu 1.162.299 pengguna jasa, meningkat dari 1.042.483 pengguna jasa pada periode yang sama tahun 2025. Selanjutnya, Stasiun Kiaracondong melayani 641.016 pengguna jasa, meningkat dari 637.234 pengguna jasa pada 2025.
Pertumbuhan juga terlihat di Stasiun Tasikmalaya yang melayani 297.525 pengguna jasa, dibandingkan 266.738 pengguna jasa pada 2025. Stasiun Banjar melayani 176.520 pengguna jasa, meningkat dari 160.285 pengguna jasa. Sementara itu, Stasiun Garut melayani 150.601 pengguna jasa, naik dari 131.782 pengguna jasa pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Stasiun Purwakarta mencatat pertumbuhan jumlah pengguna jasa yang cukup besar secara tahunan, dari 90.122 pengguna jasa pada 2025 menjadi 147.873 pengguna jasa pada 2026. Adapun Stasiun Cimahi melayani 139.065 pengguna jasa, meningkat dibandingkan 129.739 pengguna jasa pada periode yang sama tahun 2025.
Tampilkan Semua
