JAKARTA, CILACAP.INFO — Pada setiap karya konstruksi, kualitas produk tidak hanya ditentukan dari hasil akhir. Sebelum diinstalasi, material dan produk beton melewati sejumlah tahapan pemeriksaan guna memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan teknis dan kebutuhan infrastruktur.
PT Waskita Beton Precast Tbk menerapkan sistem pengendalian mutu yang mencakup tahapan persiapan, pemeriksaan material, pengawasan selama proses produksi, hingga pemeriksaan produk sebelum dikirim.
Pengendalian dilakukan melalui titik-titik pemeriksaan yang telah ditetapkan dalam Quality Plan, sehingga kesesuaian produk dapat dipantau pada setiap tahapan proses, bukan hanya ketika produk telah selesai diproduksi.
Penerapan pengendalian mutu tersebut salah satunya dilakukan pada Tangguh UCC Onshore Project di Papua, proyek pengembangan fasilitas gas alam terintegrasi. Dalam proyek ini, Waskita Beton Precast menyuplai 8.537 batang Spun Pile yang digunakan sebagai elemen pondasi untuk fasilitas dan infrastruktur pendukung proyek.
Sebagai elemen yang menerima dan meneruskan beban struktur ke tanah, Spun Pile membutuhkan karakteristik produk yang konsisten dan sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan. Hingga September 2026, sebanyak 3.093 batang Spun Pile telah dikirimkan, atau mencapai 36,23% dari total kebutuhan proyek.
Pengendalian dilakukan pada sejumlah titik pemeriksaan dalam alur produksi. Pemeriksaan dimulai dari diameter dan panjang potong PC Bar, fabrikasi wirecage, pemasangan wirecage pada cetakan, proses pretensioning, pengecoran, pemadatan, hingga demoulding dan pemberian identifikasi produk. Pemeriksaan pada setiap tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan.
Pengendalian juga dilakukan sejak material akan digunakan dalam proses produksi. Karakteristik material diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Quality Plan Waskita Beton Precast. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari tahapan incoming material inspection sebelum material digunakan dalam produksi.
Setelah produk selesai diproduksi, pengendalian juga diterapkan pada proses penanganan produk sebelum dikirim ke proyek. Hal ini mencakup pengawasan saat produk dipindahkan ke stockyard, proses penumpukan, hingga persiapan pengiriman. Setiap tahapan dilakukan dengan mengacu pada prosedur yang telah ditetapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi dan konsistensi produk hingga siap digunakan di proyek.
“Pada Tangguh UCC Onshore Project, kami memastikan produk yang disuplai memenuhi persyaratan teknis melalui pengendalian yang dilakukan secara bertahap, mulai dari material hingga pemeriksaan sebelum pengiriman. Bagi kami, kepastian mutu bukan hanya mengenai hasil akhir, tetapi bagaimana setiap tahapan produksi dijalankan sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.
Tampilkan Semua
