Sanct Sudah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia 29 September, Sambil Tayangkan Film Keempat “I remember.”

Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman
Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

Tiga pagi yang berbeda

Paginya, jam weker tua di samping tempat tidur orang tua berbunyi pukul 05.00. Alarm ponsel si bungsu berbunyi pukul 06.00, dan ia menunda sekali. Alarm si sulung berbunyi pukul 06.30 waktu Singapura, dan ia langsung duduk tegak. Masing-masing menekan “I’m Awake”, dan masing-masing mendapat selamat pagi yang berbeda: 6 jam 29 menit istirahat, 7 jam 36 menit, 6 jam 56 menit. Pukul 05.05, Sancty mengingatkan orang tua soal ritme mingguan mereka; pukul 06.20 dan 07.00, ia menanyakan sarapan kepada kedua anak. Ayah dan ibu berjalan pagi berdua, bukan lari, di jalan depan rumah. Dua anak, dua bus, dua kota. Semua tepat waktu.

Film ditutup oleh Sancty yang memegang buku catatan kecil bertuliskan “Schedule” dan dua kalimat di layar: “Good job. Everyone on time today.” dan “I remember.”

Yang tampil di film ada di aplikasi

Semua layar aplikasi di film diambil dari aplikasi Sanct yang ada sekarang, hanya diganti nama tokoh, foto, isi pesan, dan jamnya. Grup obrolan keluarga, check-in tidur yang memberi tahu teman bahwa seseorang sedang tidur, layar selamat pagi dengan lama istirahat semalam, dan pertanyaan sarapan dari Sancty semuanya ada di aplikasi.

Pengingat kebiasaan dari Sancty, yaitu notifikasi menjelang jam tidur dan ritme mingguan yang tampil di film, bersifat opsional dan tidak aktif sebelum dinyalakan. Pengguna menyalakannya sendiri di pengaturan, dan kalimatnya adalah kalimat Sancty sendiri; dalam bahasa Indonesia berbunyi “Waktunya bersantai. Waktu tidurmu biasanya sebentar lagi.” dan “Ritme mingguanmu. Sekitar waktu ini minggu lalu, kamu bangun.” Sancty tidak melaporkan jam tidur atau jam bangun siapa pun kepada orang lain.

“Di episode ini tidak ada yang bilang ‘aku kangen’. Tiketnya sudah dipesan, orang tuanya sudah menghitung hari, dan sampai hari itu tiba mereka bertemu di pantai setelah makan malam,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Sancty hanya melakukan apa yang dilakukan teman serumah yang baik: mengingatkan kalau sudah larut, dan mengucapkan selamat pagi. Ia ingat jam yang dipegang masing-masing orang, itu saja. Sanct hanya jembatannya. Pulang tetap tujuannya.”

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Pengguna memilih siapa yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan: semua orang di lingkarannya, teman tertentu yang ia pilih, atau hanya dirinya sendiri. Sancty memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait