Program Enrichment BINUS UNIVERSITY Beri Kesempatan Mahasiswa untuk Berkarier di Jepang

Program Enrichment BINUS UNIVERSITY
Program Enrichment BINUS UNIVERSITY

JAKARTA, CILACAP.INFO – Bekerja di Jepang kerap menjadi impian bagi anak muda Indonesia yang tertarik dengan budaya, kemajuan teknologi, hingga peluang karier global. Namun, pengalaman Erick Riccardo Wu, mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS University angkatan B27, menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Jepang saja belum cukup untuk dapat beradaptasi di lingkungan profesional Negeri Sakura.

Erick saat ini menjalani internship sebagai Translator pada divisi Business Development di Aso College Group. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman baginya untuk terjun langsung ke lingkungan kerja di Jepang sekaligus memahami bagaimana bahasa, budaya, dan etika profesional saling berkaitan dalam aktivitas sehari-hari.

Sejak awal, Jepang memang menjadi salah satu negara yang ingin Erick tuju untuk mengembangkan pengalaman internasionalnya. Ketertarikan terhadap budaya, perkembangan teknologi, serta peluang kerja di Jepang membuatnya sempat mempertimbangkan program study abroad exchange. Namun, setelah melihat kembali jalur karier yang ingin ditempuh, ia memilih pengalaman yang lebih dekat dengan dunia korporasi.

“Awalnya saya mengincar program study abroad exchange. Namun, karena jalur karier yang ingin saya tempuh adalah korporasi, setelah mempertimbangkannya dengan matang saya akhirnya memutuskan untuk mencoba melamar ke perusahaan ini,” ujar Erick.

Memasuki lingkungan profesional di negara lain tentu membawa tantangan tersendiri. Bagi Erick, tantangan terbesarnya justru datang dari proses memahami perbedaan budaya dan cara berkomunikasi. Ia menemukan adanya berbagai kebiasaan hingga aturan tidak tertulis di lingkungan kerja Jepang yang berbeda dengan di Indonesia. Hambatan bahasa juga masih sesekali muncul, terlebih ketika berhadapan dengan komunikasi profesional yang menuntut ketepatan pemilihan kata dan konteks.

Alih-alih menghindari kesalahan, Erick memilih untuk aktif bertanya dan melakukan konfirmasi ketika menemukan hal yang belum dipahaminya. “Banyak peraturan tidak tertulis yang berbeda dengan di Indonesia dan harus diperhatikan. Saya juga mengalami kendala dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang. Namun, seiring berjalannya waktu, saya rajin bertanya, mencari tahu, dan memastikan kembali agar tidak terjadi miskomunikasi maupun kesalahpahaman,” ungkap Erick.

Pengalaman tersebut membuat Erick menyadari bahwa bekerja dalam lingkungan global membutuhkan kompetensi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan akademik. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal terpenting, mulai dari menyesuaikan cara membawa diri, gaya komunikasi, hingga memahami alur kerja yang berlaku.

Rasa ingin tahu dan kerendahan hati juga dinilainya penting. Dua hal tersebut mendorong seseorang untuk lebih proaktif belajar dari lingkungan baru dan tidak ragu menerima perspektif yang berbeda.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait