Hargunadi memberikan ilustrasi ketika dua Sales memiliki pengalaman dan pelatihan yang relatif sama, menjual produk yang sama, tetapi menghasilkan performa yang berbeda. Pertanyaan berikutnya adalah: what’s happening in their conversation?
Dengan MiiTel, perusahaan dapat menganalisis percakapan untuk melihat berbagai pola komunikasi, seperti seberapa banyak Sales mendengarkan pelanggan, kecepatan berbicara, bagaimana kebutuhan pelanggan digali, hingga bagaimana objection ditangani.
Insight tersebut dapat memberikan manajer bahan yang lebih konkret untuk melakukan coaching. Alih-alih hanya mengandalkan observasi atau feeling, manajer dapat melihat pola komunikasi yang benar-benar terjadi dalam percakapan.
Perusahaan juga dapat mempelajari pola komunikasi dari Sales yang memiliki performa baik. Cara mereka membuka percakapan, menggali kebutuhan, maupun menyampaikan value dapat menjadi bahan pembelajaran dan coaching bagi anggota tim lainnya.
“Conversation tidak berhenti sebagai aktivitas antara Sales dan customer. Conversation bisa menjadi sumber pembelajaran untuk membantu perusahaan mengembangkan tim dan proses Sales secara berkelanjutan,” tambah Hargunadi.
Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana conversation intelligence dapat membantu perusahaan memahami apa yang ada di balik performa, sekaligus menyediakan dasar yang lebih konkret untuk melakukan perbaikan pada proses Sales.
Terintegrasi dengan Workflow Bisnis
Selain menganalisis percakapan, MiiTel juga dapat terintegrasi dengan sistem bisnis yang telah digunakan perusahaan, termasuk platform CRM seperti Salesforce dan Zoho.
Integrasi tersebut membantu perusahaan menyelaraskan aktivitas komunikasi dengan workflow bisnis sehari-hari, sehingga data dan insight dari percakapan dapat lebih mudah dimanfaatkan dalam proses kerja yang sudah berjalan.
Dengan pendekatan ini, percakapan tidak berdiri sendiri sebagai aktivitas antara Sales dan pelanggan, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem data perusahaan.
Indonesia sebagai Fokus Pengembangan RevComm
RevComm mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021 sebagai bagian dari ekspansi perusahaan di luar Jepang. Sejak saat itu, RevComm Indonesia terus mengembangkan tim dan ekosistem lokal untuk mendukung kebutuhan perusahaan di Indonesia.
RevComm Indonesia memiliki kantor di Summitmas 1, Sudirman, Jakarta, serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung pengembangan bisnis dan implementasi solusi komunikasi berbasis AI di Indonesia.
Dalam pengembangan pasar tersebut, Hargunadi menekankan pentingnya membangun kepercayaan, baik dari sisi produk maupun hubungan dengan pelanggan.
“Di saat kita masuk ke sebuah industri, yang perlu dibangun itu adalah trust dari sisi produk dan customer,” kata Hargunadi.
Sejalan dengan pengembangan ekosistem teknologi komunikasi bisnis berbasis AI, RevComm Indonesia juga membuka peluang kemitraan bagi perusahaan maupun individu yang ingin turut memperluas pemanfaatan MiiTel di Indonesia.
Tampilkan Semua
