FIKOM UNASMAN Perkuat Kompetensi Mahasiswa Melalui Studi Banding Telkom AI Center

FIKOM UNASMAN Perkuat Kompetensi Mahasiswa Melalui Studi Banding Telkom AI Center
FIKOM UNASMAN Perkuat Kompetensi Mahasiswa Melalui Studi Banding Telkom AI Center

MAKASSAR, CILACAP.INFO – AI Center of Excellence Makassar memperluas akses pembelajaran AI dan inovasi digital melalui kunjungan 35 mahasiswa UNASMAN untuk mengenal ekosistem teknologi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Telkom AI Center of Excellence Makassar menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) pada 31 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan Artificial Intelligence (AI), inovasi digital, serta bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di dunia industri dan masyarakat.

Sebanyak 35 mahasiswa semester V dari Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika mengikuti kegiatan tersebut bersama Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan dosen pendamping. Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga diperkenalkan dengan ekosistem yang mendorong lahirnya talenta dan solusi digital yang relevan.

Dalam sesi sharing, mahasiswa diajak memahami bahwa pengembangan kompetensi di bidang teknologi tidak berhenti pada kemampuan mempelajari atau menggunakan teknologi baru. Proses tersebut perlu dilanjutkan dengan kemampuan mengidentifikasi masalah nyata, membangun solusi, berkolaborasi, menguji solusi kepada pengguna, hingga mendokumentasikan hasilnya menjadi portofolio.

Sunarti M.R., selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect Makassar, menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memiliki proses belajar yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan kebutuhan pengguna. “Belajar teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa perlu naik tahap, mulai dari mengidentifikasi masalah nyata, membangun dan menguji solusi, berkolaborasi, hingga menghasilkan portofolio. Dengan proses tersebut, harapannya mahasiswa tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi juga tumbuh menjadi talenta yang siap memahami kebutuhan industri dan menyelesaikan masalah nyata,” ujar Sunarti.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan AI yang semakin cepat. Mahasiswa perlu membangun keseimbangan antara pemahaman teknologi, kemampuan problem solving, kolaborasi, serta kemampuan menunjukkan hasil kerja yang dapat menjadi bukti kompetensi.

Pendekatan tersebut kemudian diperkenalkan melalui sebuah peta jalan pengembangan kompetensi mahasiswa menuju talenta siap industri. Tahapannya dimulai dari belajar teknologi baru, kemudian mengidentifikasi masalah, membangun proyek, berkolaborasi, menguji solusi kepada pengguna, hingga menghasilkan portofolio. Seluruh proses tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu menciptakan dampak yang terukur.

Kunjungan studi banding ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat bahwa teknologi dan AI tidak berdiri sendiri. Pemanfaatannya membutuhkan pemahaman terhadap konteks permasalahan, kebutuhan pengguna, serta kemampuan mengubah ide menjadi solusi yang dapat diuji dan dikembangkan.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait