Ketertarikannya terhadap therapeutic music turut memengaruhi cara JessC melihat musik. Baginya, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menghadirkan ketenangan, harapan dan energi positif.
JessC juga memiliki ketertarikan pada olahraga, termasuk tenis meja.
Menurutnya, musik dan olahraga memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama membutuhkan disiplin, fokus, daya tahan dan keberanian untuk terus mencoba.
“Dalam hidup, saya tidak ingin membatasi diri hanya pada satu hal. Saya ingin terus belajar, terus mencoba dan terus menjadi versi diri saya yang lebih baik,” ungkapnya.
Indonesia dalam Perjalanan JessC Berikutnya
Setelah membawakan karya dalam bahasa Mandarin, Inggris dan Melayu di berbagai panggung, JessC kini ingin semakin memperkuat hubungan dengan pendengar di Asia, termasuk Indonesia.
Ia juga membuka peluang untuk menghasilkan lebih banyak karya yang dapat dinikmati secara khusus oleh pendengar Indonesia, sekaligus menjajaki kemungkinan berkolaborasi dengan musisi dari Tanah Air.
Bagi JessC, perjalanan tersebut masih terus berjalan.
“Saya berharap suatu hari nanti dapat berdiri di atas panggung di Indonesia, menyanyi bersama semuanya dan merasakan sendiri energi penonton Indonesia. Saya percaya musik dapat membuat kita semakin dekat,” tuturnya.
Nama “Dekati” pada akhirnya terasa memiliki makna tersendiri dalam perjalanan JessC.
Bukan hanya sebagai judul lagu, tetapi juga sebagai gambaran dari langkah yang sedang dibangun JessC bersama pendengar Indonesia—semakin dekat, satu karya demi satu karya.

