Harga Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan XAUUSD

Harga Emas Tertekan Dupoin Futures Waspadai Penurunan XAUUSD
Harga Emas Tertekan Dupoin Futures Waspadai Penurunan XAUUSD

JAKARTA, CILACAP.INFO – Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Rabu (9/9). Berdasarkan analisis Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame Daily masih menunjukkan tekanan bearish. Kondisi tersebut terlihat dari terbentuknya pola Head & Shoulder yang membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak menuju area support terdekat di level 4.281 hingga 4.221.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pola Head & Shoulder yang terbentuk pada grafik harian menjadi sinyal penting bagi arah XAUUSD dalam jangka pendek. Pola tersebut umumnya menunjukkan adanya potensi perubahan momentum setelah harga mengalami penguatan sebelumnya. Dengan struktur tersebut, Dupoin Futures melihat ruang penurunan masih terbuka selama tekanan jual tetap mendominasi pergerakan emas.

Area 4.281–4.221 menjadi zona support yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan bearish berlanjut, XAUUSD berpotensi bergerak secara bertahap menuju support tersebut. Level 4.281 menjadi area yang dapat diuji terlebih dahulu, sementara penurunan lebih lanjut berpotensi membawa harga menuju 4.221.

Namun, respons harga ketika mencapai area support akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah berikutnya. Jika support mampu menahan tekanan jual, peluang terjadinya rebound masih terbuka. Sebaliknya, apabila XAUUSD menembus zona tersebut, tekanan bearish dapat semakin kuat dan membuka ruang bagi pelemahan berikutnya. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menempatkan area support tersebut sebagai level penting yang perlu dicermati.

Secara fundamental, harga emas pagi ini bergerak di sekitar US$4.350 per troy ounce dan masih berada di bawah tekanan setelah mengalami penurunan selama tiga sesi perdagangan terakhir. Pergerakan tersebut terjadi di tengah kombinasi sentimen pasar yang cenderung membebani emas, terutama kenaikan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko inflasi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi melalui kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga dapat semakin terbatas.

Bagi pasar emas, kondisi tersebut menjadi tantangan karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield Treasury Amerika Serikat. Kenaikan yield dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Dalam situasi tersebut, XAUUSD berpotensi menghadapi tekanan tambahan.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait