The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, Resmi Dibuka Indonesia Renewable Energy Acceleration: Executing Strategic Projects, Unlocking Investment, Building Resilience

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026
The 12th IndoEBTKE ConEx 2026

JAKARTA, CILACAP.INFO – The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 telah resmi dibuka di Convention Grand Ballroom, JIEXPO Kemayoran, menandai dimulainya rangkaian tiga hari forum energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) terbesar di Indonesia.

Pembukaan tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya menyatukan sembilan organisasi — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) selaku tuan rumah utama, Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) selaku co-host, serta tujuh asosiasi mitra (AESI, AEAI, API, MEBI, APPLTA, PJCI, dan Masyarakat Biometana Indonesia) dan knowledge partner, Boston Consulting Group — dalam satu panggung dan satu suara industri energi bersih nasional.

Acara pembukaan dihadiri oleh Yuliot, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Perwakilan Staf Ahli Menteri ESDM, APMET Migas, perwakilan kementerian/lembaga terkait, para duta besar negara sahabat, pimpinan sembilan organisasi penyelenggara, serta lebih dari 1.000 peserta dari kalangan pengembang proyek, investor, lembaga pembiayaan, dan pelaku industri energi terbarukan dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Yuliot, menegaskan “Swasembada energi dan hilirisasi, perluasan akses dan jangkauan terhadap energi bagi masyarakat dan industry”.

Pentingnya ketahanan energi melalui pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE). Ia menyampaikan bahwa transisi energi bukan sekadar upaya memenuhi komitmen global, melainkan strategi mendasar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasokan energi fosil.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase eksekusi untuk mempercepat transisi energi, dengan fokus yang bergeser dari perencanaan menuju realisasi proyek-proyek strategis di lapangan.

Ia memaparkan bahwa “Implementasi pengembangan EBTKE telah mencapai 17,3% pada semester ini”. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 30% pada tahun 2034.

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Norman Ginting menyampaikan bahwa penyatuan sembilan organisasi dalam satu forum mencerminkan pendekatan menyeluruh (whole-of-sector) terhadap transisi energi, yang tidak lagi berfokus pada satu jenis energi semata, melainkan merangkul surya, angin, panas bumi, bangunan hijau, efisiensi energi, hingga manufaktur peralatan kelistrikan dalam negeri sebagai satu ekosistem yang saling melengkapi.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait